PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI OTOT P R OG RESI F UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN ASMA

Penulis

  • Ria Dila Syahfitri1), Melda Febyana2), Dindi Paizer3), Setia Budi4) Ria dkk 123 Akademi Keperawatan Kesdam II/Sriwijaya, 4Universitas Negeri Padang

Kata Kunci:

Teknik Relaksasi Otot Progresif, Cemas, Asma

Abstrak

Asma adalah penyakit obstruktif jalan nafas yang ditandai oleh penyempitan jalan napas.
Penyempitan jalan nafas bisa mengakibatkan klien mengalami dispnea, batuk, dan mengi. Penderita asma
juga lebih sering terjadinya kecemasan dikarenakan manajemen dan tingkat kontrol yang buruk. Cemas
merupakan reaksi emosional terhadap persepsi adanya bahaya, baik yang nyata maupun yang belum tentu
ada atau nyata (Puspasari, 2019). Teknik relaksasi otot progresif adalah suatu keterampilan yang dapat
dipelajari dan digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan ketegangan sehingga memberikan rasa
nyaman tanpa tergantung pada hal/subjek diluar dirinya. Tujuan dari penelitian ini memperoleh gambaran
penerapan teknik relaksasi otot relaksasi untuk mengurangi kecemasan pada pasien asma. Metode: Desain
penelitian ini menggunakan metode studi literature yang hanya menggambarkan implementasi penerapan
teknik relaksasi otot progresif pada klien Asma yang mengalami kecemasan. Hasil: Hasil penelitian /artikel
ini menemukan bahwa penerapan teknik relaksasi otot progresif pada klien asma yang mengalami kecemasan
terbukti dapat mengurangi tingkat kecemasan pada penderita asma. Kemampuan dalam melakukan relaksasi
otot progresif yang menjadi topik bahasan dalam penelitian ini memiliki relevansi dengan sejumlah
penelitian yang disajikan dalam tabel.
Kesimpulan: dari 5 (lima) artikel ada 3 (tiga) artikel yang memiliki relevansi dengan implementasi relaksasi
otot progresif untuk menurunkan kecemasan pada pasien asma dan mencegah terjadinya kekambuhan

Unduhan

Diterbitkan

2021-10-30

Cara Mengutip

Ria dkk, R. D. S. M. F. D. P. S. B. (2021). PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI OTOT P R OG RESI F UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN ASMA. HEALTH CARE MEDIA, 5(2), 65–68. Diambil dari http://ejournal.itkm-wch.ac.id/ejournal-itkm-wch/article/view/84