10.70633/2721-69 PENGARUH ORAL MOTORIC THERAPY TERHADAP PENINGKATAN REFLEKS HISAP PADA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANG PERINATOLOGI RS WAVA HUSADA MALANG
PENGARUH ORAL MOTORIC THERAPY TERHADAP PENINGKATAN REFLEKS HISAP PADA BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANG PERINATOLOGI RS WAVA HUSADA MALANG
Kata Kunci:
BBLR, Oral Motoric Therapy, Refleks HisapAbstrak
Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Salah satu masalah yang muncul pada bayi BBLR adalah kelemahan refleks menghisap dan menelan sehingga mempunyai resiko gangguan minum yang akhirnya akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Salah satu terapi dalam meningkatkan refleks hisap pada bayi adalah dengan diberikan oral motoric therapy. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh oral motoric therapy terhadap peningkatan refleks hisap pada bayi BBLR di Ruang Perinatologi RS Wava Husada Malang. Penelitian ini merupakan penelitian pre experiment dengan desain penelitian one group pre post test design. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 28 bayi BBLR (100%) memiliki refleks hisap lemah sebelum diberikan oral motoric therapy dan sebanyak 22 bayi BBLR (79%) memiliki refleks hisap kuat setelah diberikan oral motoric therapy. Hasil uji statistik menggunakan uji Mann Whitney menunjukan nilai P Value (0,000) < (0,05) maka disimpulkan bahwa hipotesis diterima yaitu ada pengaruh oral motoric therapy terhadap peningkatan refleks hisap pada bayi BBLR yang dirawat di Ruang Perinatologi di RS Wava Husada Malang.