GAMBARAN TINGKAT KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI SAYUR DI DESA WONRELI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA

Penulis

  • Dewi Purnama Windasari1), Andi Ayumar2), Ollyvia Pattisina3) Dewi dkk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Makassar

Kata Kunci:

Cholinesterase, Keracunan Pestisida

Abstrak

Pestisida adalah bahan beracun berbahaya. Pestisida dapat menimbulkan Dampak negatif bagi
kesehatan manusia yaitu timbulnya keracunan pada petani. Salah satu indikator keracunan pestisida
adalah melihat aktivitas Cholinesterase pada tubuh petani. Angka kejadian keracunan pestisida di
beberapa daerah di Indonesia sangat tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan tingkat
keracunan pestisida yang terjadi pada petani sayur di Desa Wonreli. Jenis penelitian yang digunakan
adalah jenis penelitan deskriptif dengan populasi adalah seluruh petani sayur yang ada di Desa
Wonreli dengan jumlah sampel penelitian adalah 61 petani. Instrumen yang digunakan adalah
kuisioner dan pemeriksaan kadar cholinesterase melalui pengambilan dan pemeriksaan sampel darah
petani sayur. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil pemeriksaan petani di Desa Wonreli di
dapat hasil sebanyak 88,5% Petani yang memiliki kadar cholinesterase normal dan ada 11,48% petani
yang mengalami keracunan dan kadar cholinesterase di bawah normal. Kesimpulan pada penelitian
ini adalah tingkat keracunan pestisida pada Petani di Desa Wonreli sebesar 11,4%. Berdasarkan factor
internal,variabel pengetahuan cukup lebih tinggi, sikap negatif lebih tinggi dan tata cara menyemprot
tidak sesuai lebih tinggi. Sedangkan penggunaan APD hanya 5 % yang menggunakan APD. Untuk
menghindari keracunan pestisida Disarankan petani menggunakan alat pelindung diri dan melihat
prosedur pemakaian pestisida

Unduhan

Diterbitkan

2016-10-30

Cara Mengutip

Dewi dkk, D. P. W. A. A. O. P. (2016). GAMBARAN TINGKAT KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI SAYUR DI DESA WONRELI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA. HEALTH CARE MEDIA, 2(6), 5–8. Diambil dari http://ejournal.itkm-wch.ac.id/ejournal-itkm-wch/article/view/144