HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG PENDENGARAN DAN MASA KERJA DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA KARYAWAN BANDARA INTERNASIONAL ADI SUCIPTO YOGYAKARTA
Kata Kunci:
Tingkat kebisingan, alat pelindung telinga, masa kerja, gangguan pendengaranAbstrak
Kebisingan di bandara tentumerupakan salah satu masalah kerja yang sering menimbulkan
gangguan kesehatan terhadap masyarakat disekitar bandara dan karyawan di bandara itu sendiri.
Untuk mengetahui hubungan penggunaan alat pelindung pendengaran dan masa kerja dengan
gangguan pendengaran pada karyawan Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta. Jenis
penelitian ini merupakan observasional analitik serta rancangan cross sectional. Sampel dalam
penelitian ini diambil menggunakan tenik sampling random sampling. Subyek penelitian yang
memenuhi kriteria diambil sejumlah 90 orang sengan cara acak. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan Chi-Squre dengan taraf kesalahan 5% (0,05). Hasil intensitas kebisingan (dB)
mendapatkan nilai tertinggi pada titik 1 sebesar 92,2 dan untuk bising latar (dBA) didapatkan nilai
tertinggi pada titik 1 sebesar 75,8. Ada hubungan antara penggunaaan alat pelindung pendengaran
terhadap gangguan pendengaran pada responden di Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta
dengan nilai P-value 0,000 < 0,05 serta tidak ada hubungan antara masa kerja terhadap gangguan
pendengaran pada responden di Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta dengan nilai p-value
sebesar 0,403 > 0,05. Ada hubungan antara penggunaaan alat pelindung pendengaran terhadap
gangguan pendengaran pada responden di Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta serta tidak
ada hubungan antara masa kerja terhadap gangguan pendengaran pada responden di Bandara
Internasional Adi Sucipto Yogyakarta dengan nilai p-value sebesar 0,403 > 0,05.
