PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG LABU KUNING, TEPUNG IKAN LELE DUMBO TERHADAP NILAI GIZI, MUTU ORGANOLEPTIK BISKUIT
Kata Kunci:
biskuit, ikan lele dumbo, labu kuning, nilai gizi, mutu organoleptikAbstrak
Biskuit merupakan jenis kue kering yang berbentuk pipih. Biskuit yang beredar di
pasaran memiliki kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi namun rendah protein. Labu
kuning dan ikan lele dumbo merupakan pangan lokal yang berpotensi menjadi bahan baku
produk pangan fungsional yang mengandung energi dan tinggi protein. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh subsitusi tepung labu kuning dan tepung ikan lele dumbo
terhadap nilai gizi dan mutu organoleptik biskuit MP-ASI. Desain penelitian menggunakan
Rancangan Acak Kelompok. Taraf perlakuan dibagi menjadi 4 kelompok dengan proporsi
tepung labu kuning: tepung ikan lele dumbo yaitu F0 (0% : 0%), F1 (4,6% : 1,9%), F2 (3,7%:
2,8%) dan F3 (2,9% : 3,7%). Analisis nilai energi menggunakan metode atwate. Analisis kadar
karbohidrat menggunakan metode by difference. Analisis kadar lemak menggunakan metode
soxhlet. Analisis kadar protein menggunakan metode semi mikro kjeldahl. Analisis kadar air
menggunakan metode pengabuan kering. Analisis kadar abu menggunakan metode oven. Uji
mutu organoleptik menggunakan uji hedonic scale scoring. Analisis statistik nilai gizi
menggunakan Friedman tingkat kepercayaan 95% menunjukkan terdapat pengaruh signifikan
(p=0,000) subsitusi tepung labu kuning dan tepung ikan lele dumbo terhadap kadar protein dan
kadar air biskuit MP-ASI. Analisis statistik mutu organoleptik menggunakan Kruskal Wallis
tingkat kepercayaan 95% menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan subsitusi tepung labu
kuning dan tepung ikan lele dumbo terhadap warna (p=0,000) , rasa (0,003) dan tekstur
(p=0,027) biskuit MP-ASI.
