BUDAYA BERDAMPAK PADA PROSES PEMULIHAN PASIEN PASCA STROKE

Penulis

  • Ni Luh Putu Thrisna Dewi1,Muhamad Tohar Arifin2Suhartini Ismail3 Ni Luh dkk Stikes Wira Medika Bali, Universitas Diponegoro

Kata Kunci:

pengaruh budaya, quality of life, pasien pasca stroke

Abstrak

Pandangan pasien stroke yang berbeda dari segi sosial dan budaya, akan
menciptakan pemikiran dan persepsi yang berlainan dalam menerima proses penyakitnya.
Perawatan professional tanpa mengesampingkan nilai budaya setempat dapat membantu
meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pengaruh
budaya pada kualitas hidup pasien yang menderita stroke. Penelitian ini merupakan kajian
tentang keanekaragaman budaya dengan menggunakan metode (PRISMA). Jumlah yang
sangat penting untuk penelitian ini adalah 10, dari tahun 2010 hingga 2017. Kriteria
artikelnya adalah bahasa Inggris, kualitatif dan kuantitatif, dan artikel-artikel lengkap di
Sciencedirect, PubMed, Ebsco, Spinggerlink, dan E-Journal. Kata kunci digunakan "Kualitas
hidup", "Budaya" dan "Post-Stroke". Latar belakang budaya yang berbeda akan
menimbulkan persepsi yang berbeda. Budaya dipengaruhi oleh tradisi, spiritual, dan
lingkungan. Dampak budaya pada kualitas hidup pasien terlihat dari keyakinan terhadap
penyakitnya, representasi penyakit, dan hasil kesehatan secara holistik. Perawat dapat
membantumeningkatkan quality of life pasien pasca stroke dengan tidak meninggalkan
konteks budaya masing-masing pasien selama proses pemulihan.

Unduhan

Diterbitkan

2019-10-30

Cara Mengutip

Ni Luh dkk, N. L. P. T. D. T. A. I. (2019). BUDAYA BERDAMPAK PADA PROSES PEMULIHAN PASIEN PASCA STROKE. HEALTH CARE MEDIA, 3(6), 24–36. Diambil dari http://ejournal.itkm-wch.ac.id/ejournal-itkm-wch/article/view/115