HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERUBAHAN EMOSIONAL REMAJA DI SMP IT AL-KINDI PEKANBARU TAHUN 2019

Penulis

  • Andriani Andriani Akademi Kebidanan Internasional Pekanbaru

Kata Kunci:

orang tua, perubahan emosional, pola asuh, remaja

Abstrak

Remaja adalah masa transisi dalam rentang kehidupan manusia, menghubungkan masa kanak-kanak
dan masa dewasa yang mencakup perubahan-perubahan biologis, kognitif, dan social emosional. Orangtua
merupakan pengambil peran utama dalam mengasuh anak-anaknya. Pola asuh orangtua adalah pola perilaku
yang digunakan orangtua untuk berhubungan dengan anak-anak.Penelitian ini bertujuan untuk “ mengetahui
Hubungan Pola Asuh Orangtua terhadap Perubahan Emosional Remaja di SMP IT AL-KINDI Pekanbaru
Tahun 2019”. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain analitik dengan menggunakan Cross Sectional.
Dilaksanakan pada tanggal 12 Februari -13 Februari 2019 di SMP IT AL-KINDI Pekanbaru. Jumlah
populasi sebanyak 87 orang dengan menggunakan total populasi. Instrument penelitian ini menggunakan
kuesioner, pengolahan data dilakukan secara univariat yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi
dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan software SPSS vs 17, selanjutnya disajikan secara
deskriptif dan analitik melalui uji statistik. Hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas orangtua
menggunakan pola asuh demokratif sebanyak 86 responden (98.9%) memiliki perubahan emosi remaja yang
masking sebanyak 54 remaja (62,1%). Dari hasil uji chi square diketahui bahwa tidak ada hubungan yang
signifikan antara pola asuh orangtua terhadap perubahan emosional remaja di SMP IT AL-KINDI Pekanbaru
Tahun 2019.Melaluipenelitian ini diharapkan kepada orangtua memberikan pola asuh yang lebih baik lagi
sehingga remaja lebih terbuka dengan orangtua dan remaja mengalami perkembangan emosional yang baik.

Unduhan

Diterbitkan

2020-10-30

Cara Mengutip

Andriani, A. (2020). HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERUBAHAN EMOSIONAL REMAJA DI SMP IT AL-KINDI PEKANBARU TAHUN 2019. HEALTH CARE MEDIA, 4(2), 74–79. Diambil dari http://ejournal.itkm-wch.ac.id/ejournal-itkm-wch/article/view/100